Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Masjid Al Hikmah terletak di Jalan Kapt. Mochtar, Desa Telaga Tujuh. RT. 001/ RW. 001, Kecamatan Durai di Kabupaten Karimun. Merupakan masjid yang tertua Kecamatan Durai. Menurut pusat data masjid Agama Kabupaten Karimun Tahun2015, Masjid Al Hikmah didirikan pada tahun Miladiah. Lakip (60), pensiunan tenaga di Kecamatan Durai, awalnya sudahmemiliki inisiatif untuk menyusun catatancatatan sejarah Kecamatan Durai tempo dulu, dihimpun dari cerita orang tua terdahulu, yang berasal dari koleksi pribadinya Pada Tahun 1313 Hijriyah yang bersamaan dengan tahun 1895 Miladiah Sulit dimpin Raja Abdurahman bin Raja Husin sebagai Kerajaan Riau Lingga (ANRI. Riouw. 229. Sultan Abdulrahman Muazamsyah tanggal Januari 1900 tentang wakil-wakil Kerajaan Lingga yang diangkat tahun 1895). berdasarkan catatan sejarah dimiliki oleh Djumahat Lakip, pada tahun M, masih pada masa kesultanan Riau-Lingga pemangku wilayah saat itu bernama R. bin R. Brima yang diangkat sebagai kepala bergelar Amir yang bertempat di Nama daerah yang disebut Sulit, menunjuk kepada sebuah tempat yang kini merupakan Moro. Pada tahun 1910, seiring dengan dengan dimasukannya wilayah Desa Telaga ke dalam wilayah kekuasaan Sulit, telah pergantian Amir yang terakhir. Pada yang sama diyakini terjadi pergantian nama ini dari Sulit menjadi Moro Sulit. Dan kini Kecamatan Moro. tahun 1910, Amir atau Kepala diTelaga Tujuh dipimpin A. Kadir. Selanjutnya, tahun 1935, diganti pula dengan M. Syarip yang merupakan Kepala Desa atau Kepenghuluan yang ketiga. Sebelum kepenghuluan di Tujuh, kepenghuluan pertama bertempat di Sandam dan kepenghuluan kedua bertempat Desa Tanjung Kilang. Tahun 1952, Kepala Desa Tujuh berganti dengan Ibrahim Syarip yang merupakan anak dari Muhammad Syarip Ahmad. 21 Januari 1983 M Kepala Desa dengan Abdul Rahman Syarip. Kemudian pemilihan Kepala Desa yang baru, Muhammad Alie bin R. Jondap selama tahun, diganti pula dengan Awalludin,BMW sebagai Kepala Desa Durai (Awalnya Desa Tujuh). ini, tahun 2015, status daerah ini Desa Telaga Tujuh dan oleh Ismail Ibrahim.B.AC (61), yang merupakan Muhammad Syarip Ahmad Kepala Desa Telaga Tujuh yang dan anak kepada Ibrahim Muhammad Kepala Desa yang kedua. Ismail Ibrahim salah satu narasumber tentang penubuhan al Hikmah Durai.Menurut Ismail Ibrahim (61) yang sekarang masih menjabat sebagai Kepala Desa menuturkan dari cerita-cerita pusaka yang berkembang masyarakat tentang penyebutan Durai ini asalnya berasal dari kata Duri, dan diyakini berawal oleh orang-orang Kateman yang karena kesalahan pengucapan oleh lidah tidak tunggal asal, berubah menjadi Durai.Demikian pula dengan cerita pusaka tentang muasal Desa Telaga Tujuh ini memiliki hubung-kaitnya dengan kisah tentang pencarian sumber air yang ada sekarang ini. penggalian sumur yang berada di Al Hikmah memiliki keterkaitan cerita-cerita pusaka dengan penamaan Desa Telaga Tujuh. masjid ini terdapat satu sumur yang bermula penggalian satu sumur hingga ke tujuh Pada sumur yang ketujuh barulah ditemukan air dan diyakini memiliki sumber air yang Pada gambar bangunan masjid hasil yang kedua, terlihat Jarak antara sumur dan bangunan masjid lebih kurang 6 meter.Dan sekarang sumur tersebut tidak tampak karena terkurung di dalam masjid. Hingga kini air sumur tersebut menjadi airutama untuk keperluan Air Wudhu di Masjid Hikmah Durai. dibangunnya Masjid Al Hikmah tidak diketahui secara pasti. Dari catatan ada, Masjid ini diperkirakan berdiri pada 1930 an, dengan konstruksi bangunan batu, berdinding papan, bentuk atap limas tidak bertingkat, melandai tanpa adanya model ‘bawang’. Luas bangunan masjid sekitar 7 x 10 m2, dengan sebelah bangunan induk masjid menjorok sedikit sebagai tempat mihrab. narsitektural, reka bentuk masjid adalah khas mesjid tradisional Melayu yang pada zamannya. Struktur denahnya berbentuk bujur sangkar menggunakan limas, mirip dengan model bangunan yang tersebar luas di semenanjung dan pada abad ke 19 dan awal abad ke yang sangat dipengaruhi oleh seni bina panggung Melayu yang menggunakan Pada tahun 1930-an, bangunan Masjid Al Hikmah sudah berganti dengan bangunan baru. Ruangan utama masjid tempat berjamaah diselenggarakan berbentuk sangkar yang ditopang oleh empat buah seri (empat tiang tersebut terbuat dari kayu) yang sekaligus menjadi penopang atap masjid. Seluruh tiang dandinding bagian dalam masjid ini didominasi kayu.Bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. pada tahun 1930-an ini juga teras belakang asalnya terbuka, lalu ditutup sehingga penambahan di belakang memperluas bentuk masjidyang asalnya persegi empat menjadi persegi Pusaka warisan Masjid Al Hikmah lama, dan diyakini masih ada hingga ini selain sumur adalah beduk yang di luar bangunan masjid. Beduk ini di tempat perparkiran masjid. mulanya, mimbar pertama Al Hikmah memilki empat anak Khatib khutbah naik dari depan tidak memilki penghalang. Mimbar itu memiliki ukiran fl oral dan kaligrafi . ini dahulunya disalut kain dengan sungkup di atas berbentuk tudung. Pada mimbar ini terdapatkayu yang mengarah ke atas. Menurut masyarakat setempat, bentuk ini telah mengalami perubahan tanpa tanpa cungkup semacam Mimbar yang ada saat ini adalah yang ke tiga. Secara reka bentuk, yang ada saat ini masih memperlihatkan ciri khas mimbar mesjid tradisional yang populer pada zamannya.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..